Jumat, 15 Agustus 2008

SBY NAIKAN GAJI PNS LAGI


Gaji PNS dan TNI/Polri Naik 15 Persen


Pemerintah akan menaikkan anggaran untuk gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan rata-rata 15 persen pada RAPBN 2009. Selain itu, akan ada gaji dan pensiun bulan ke-13 serta perbaikan sistem pembayaran pensiun. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2009 Beserta Nota Keuangannya, di depan Rapat Paripurna DPR, Jumat (15/8) pagi.


“Selama empat tahun masa pemerintahan ini, pendapatan PNS golongan terendah telah kita tingkatkan 2,5 kali, dari Rp 674 ribu per bulan pada tahun 2004 menjadi Rp 1,721 juta pada tahun 2009,” kata Presiden SBY.Presiden mengatakan,dalam rangka memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja pegawai sebesar Rp 143,8 triliun atau naik sekitar Rp 20,2 triliun (16,4 persen) dari perkiraannya dalam tahun 2008.


“Kenaikan anggaran tersebut, antara lain, untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 15 persen, serta perbaikan sistem pembayaran pensiun,” ujar Presiden SBY. Berdasarkan prioritas Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2009 dan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga, dalam RAPBN tahun 2009 terdapat beberapa kementerian/lembaga yang mendapat alokasi anggaran cukup besar.


Departemen Pendidikan Nasional direncanakan memperoleh anggaran Rp 52,0 triliun, Departemen Pekerjaan Umum Rp 35,7 triliun, Departemen Pertahanan Rp 35,0 triliun, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp 25,7 triliun. Lalu, Departemen Agama Rp 20,7 triliun, Departemen Kesehatan Rp 19,3 triliun, dan Departemen Perhubungan Rp 16,1 triliun.

PRESTASI SBY DIBIDANG PANGAN


Indonesia Swasembada Beras Untuk Pertamakali Sejak Orba

Untuk pertamakali sejak Orde Baru (Orba), Indonesia mengalami swasembada beras. Prestasi ini dicapai di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2009 Beserta Nota Keuangannya, di depan Rapat Paripurna DPR, Jumat (15/8) pagi, di Gedung DPR/MPR, Jakarta.


Mungkin fakta ini belum banyak diketahui masyarakat. Karenanya pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada Sidang Dewan yang terhormat dan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa, syukur alhamdulillah, pada tahun ini kita kembali mencapai swasembada beras,” kata Presiden SBY. “Ini adalah untuk pertama kalinya sejak masa Orde Baru. Produksi beras kita kini lebih tinggi daripada konsumsi beras nasional.


Itulah sebabnya, juga untuk pertama kali sejak masa Orde Baru, harga beras kita lebih rendah daripada harga beras internasional,” ujar Presiden, disambut aplaus panjang peserta sidang paripurna.Presiden SBY mengatakan, surplus beras ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. “Dalam suasana krisis pangan global ini, kita harus memperkuat stok pangan nasional kita.


Pemerintah telah menetapkan bahwa stok beras nasional ditingkatkan hingga mencapai 3 juta ton, dari sebelumnya hanya 1 juta ton. Barulah setelah itu, kita berbicara tentang kemungkinan ekspor beras. Stok beras yang kuat ini akan menjamin ketahanan pangan kita, sekaligus stabilitas harga beras pada tingkatan yang terjangkau oleh masyarakat luas,” ujar Presiden SBY. Yang penting, lanjut Presiden, dalam kondisi yang sulit ini kita harus menghindari sikap saling menyerang dan menjatuhkan demi tujuan politik sesaat. "Sebaliknya, kita justru harus optimis dan dapat bekerjasama bahu-membahu mengubah krisis menjadi peluang, demi kebaikan rakyat Indonesia," Presiden menegaskan. (win)

BAITUL TANWIL AL-ISTIQLAL


PONDOK PESANTREN MODERN“ AL – ISTIQLAL “ BANJARMASIN
KEMBANGKAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH MELAUI ZAKAT

Diantara konsepsi ajaran Islam yang memiliki dimensi ganda, spiritual dan material adalah ajaran tentang “ Zakat “. Secara sederhana Zakat mengambarkan perhatian ajaran Islam terhadap perekonomian umat. Kewajiban untuk memberikan sebagian harta dari pemilik harta yang berlebih kepada umat yang berkekurangan, merupakan cerminan dari perhatian Islam terhadap kesejahteraan social ekonomi masyarakat.

Untuk itu melalui Lembaga Keuangan Islam, seperti Baitul Tamwil Al- Istiqlal“BTA” potensi ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dalam menumbuhkan perekonomian untuk peberdayaan ekonomi serta mensejahterakan umat

Menjawab tantangan tersebut, Pondok Pesantren Modern Istiqlal Banjarmasin mendirikan Lembaga Keuangan Mikro BTA “ Al Istqlal “ Modal awal dari BTA ini direncanakan dialokasikan sebesar 50 juta,terdiri dari setoran awal Bp. Hariadi Sadono Jakarta dan dana murni dari pengurus, anggota serta santri baik berupa tabungan , setoran modal maupun ZIS. BTA juga menerima Zakat, Infak dan Sedekah dari masyarakat yang ingin turut mengembangkan BTA ini,

Kamis, 14 Agustus 2008

SERATUS HARI AYAHDA TERCINTA


Seratus hari telah berlalu ketika untuk terakhir kalinya kami memandang wajahnya yang tenang dan damai, melepaskannya untuk selama-lamanya, menghadap kembali kehadirat Allah SWT. Telah banyak kenangan indah yang ditinggalkannya. Pengabdian dan kesetiannya kepada keluarga yang dicintainya. Tabah, teguh dalam menghadapi segala cobaan dan penuh rasa syukur atas segala karunia Allah yang selalu menjadi pegangan hidupnya.


Kini tiada lagi yang dapat kita berikan kepadanya, sebagai balasan atas semuannya yang ditinggalkan bagi kita, kecuali doa. Mohon kepada-Nya agar diampuni dosanya dan diberikan tempat yang layak disisi-Nya. Amin

Acara Doa Bersama Panti Asuhan Ashabul Kahfi dan Warga Pada Acara Seratus Hari Ayahnda Tercinta.


Disinilah kami sering melakukan sholat, berzikir bersama santri pondok pesantren dan anak panti asuhan.





Minggu, 27 Juli 2008

AMANAH DALAM ISLAM



" Dunia itu adalah nerakanya orang mukmin dan surganya orang kafir.

Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai,

dan neraka itu dikelilingi oleh hal-hal

yang menyenangkan."




" ... Ya Allah, letakanlah dunia ditangan kami


dan jangan Engkau jadikan dunia menetap dihati kami ..."




AMANAH DALAM ISLAM

Oleh: RiwayatNabi Muhammad Saw. Bersabda,”Yang pertama kali kamu sia-siakan dalam agama kamu adalah amanah,” (HR. Abu Daud). Sepertinya prediksi Nabi Muhammad Saw tersebut mulai kelihatan dalam keseharian kita. Banyak orang yang menganggap amanah sebagai sesuatu hal yang mudah dilanggar dan dikhianati, padahal Allah memberi perhatian besar terhadap pentingnya amanah dalam kehidupan dan keseharain kita. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa: 75). Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala amanat pada dasarnya adalah perintah Allah Swt.


Tetapi kenyataan dalam kehidupan kita amanah menjadi begitu remeh dan dianggap sesuatu hal yang ringan. Melanggar amanah menjadi hal yang biasa di tengah kehidupan. Padahal amanah adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim untuk melaksanakannya. Dalam kitab “Kanzul Umam” di katakan bahwa hendaknya kita menunaikan amanah sesuai dengan keinginan orang yang memberi amanah.Muhammad Rabbi Muhammad Jauhari dalam bukunya “Akhlakuna” mengatakan bahwa Amanah adalah sesuatu yang wajib bagi seorang muslim untuk menjaga, melindungi dan menunaikannya, lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa rasa tanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya hendaknya di laksanakan sesuai dengan kehendak Allah Swt.


Konsep amanah dalam Islam mempunyai arti yang luas, tidak hanya bagi para wakil rakyat, presiden, gubernur, bupati, ataupun pemimpin di rumah tangga, tetapi lebih dari itu kita adalah pemegang amanah, kita adalah pemimpin, paling tidak pemimpin untuk diri sendiri. Nabi mengatakan, “setiap kamu adalah pemimpin, akan ditanya tentang kepemimpinannya. Oleh karena itu, imam adalah pemimpin, akan ditanya tentang kepemimpinannya, suami adalah pemimpin, ia akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan pembantu adalah pemimpin dalam mengurus harta majikannya, ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Jadi setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.

Jumat, 25 Juli 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI TERTINGGI DI ASIA TENGGARA


PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
SALAH SATU YANG TERTINGGI DI ASIA TENGGARA

Selama dua tahun kepemimpinan pemerintahan SBY, telah melakukan reformasi dibidang ekonomi. Berbagai tantangan dan kendala internal dan eksternal , pemerintah SBY telah berhasil memelihara dan meningkatkan kinerja makro ekonomi Indonesia yang pernah terpuruk hebat akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan pada tahun 1997 lalu.

Keberhasilan yang dicapai dibidang perekenomian ini, diantaranya berupa pemulihan ekonomi riil, terapainya stabilitas ekonomi, penguatan kepercayaan, terpeliharaanya konsolidasi fiscal dan stimulus fiscal, perbaikan dalam kesimbangan eksternal serta penurunan resiko eksternal.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun ini adalah yang tertinggi di Indonesia sejak negeri kita mengalami masa kelam krisis ekonomi yang bergulir mulai tahun 1997. Dan yang sangat menakjubkan pertumbuhan ekonomi tahun 2005 tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi tahun 2005 dan 2006 teratat stabil pada kisaran 5,6 persen, lebih besar dari pada pertumbuhan tahun 2004 yang mencapai 5,1 persen.

Tingkat Inflasi Indonesia diakhir tahun 2005 mencapai 17,1 persen, ini diakibatkan karena kenaikan BBM, namun pada akhir tahun 2006 menurun drastis menjadi 6,6 persen. Keberhasilan ini diikuti dengan menguatnya nilai tukar rupiah yang pada akhir tahun 2005 mencapai RP. 9.830,-, kemudian pada pada akhir tahun 2006 mencapai kisaran Rp. 9.00,- - 9.100,-. Sedangkan suku bunga Bank Indonesia yang pada tahun 2005 mencapai angka 12,75 persen, pada tahun 2006 dapat turun menjadi 9,75 persen.

Pemulihan ekonomi dan stabilitas ekonomi teripta karena kepercayaan pelaku ekonomi membaik sejak kebijakan penyesuaian harga BBM dilakukan. Perekonomian Indonesia pun diakui oleh para pelaku bisnis dimana lembaga rating terkemuka di dunia meng-up grade rating Indonesia, seperti Standard’s and Poor dan Fitch memberikan nilai BB-, sedangkan Moodys memberikan nilai B+.

Pencapaian neraca perdangan Indonesia juga menunjukan hal menakjubkan surplus sebesar US $ 32 milyar di tahun 2006, meningkat disbanding tahun 2004 US$ 25,1 milyar dan pada tahun 2005 US $ 28 milyar. Dengan cadangan devisa hingga akhir tahun 2006 mencapai US$ 43 milyar.

Keberhasilan yang dicapai ini, sehingga memacu pemerintah Indonesia untuk melakukan percepatan pembayaran utang luar negeri. Hal ini ditujukan untuk memperkokoh fondasi perekonomian Indonesia. Satu keberhasilan yang sangat signifikan adalah kemampuan pemerintah membayar utang kepada IMF pada bulan oktober 2006 lalu, yang pada beberapa pemerintahan sebelumnya tidak dapat dilakukan. Seperti yang di ungkapkan oleh Burhanuddin Abdulah, Gubernur Bank Indonesia, “ Sekarang kita surplus, lalu ngapain kita pinjam lagi ke IMF ?”, ketika menanggapi kedatangan Rodrigo De Rato, Managing Director IMF ke Indonesia.

Rasio utang pemerintah terhadap PDB terus menurun, pada tahun 2006, rasio utang pemerintah terhadap PDB adalah 40 persen, dibanding tahun 2004 sebesar 55 persen. Dan ini lebih tinggi dari pada kemampuan Negara Asia lainnya, seperti Philipina, Malaysia dan Thailand.Kemajuan ekonomi makro dan kemampuan membayar utang Indonesia ini juga diberikan apresiasi oleh Rodrigo De Rato saat menemui Presiden SBY. “ … Dua Tahun Terakhir Ini, Indonesia Menunjukan Kemajuan Ekonomi Penting, Indikasi Makro menunjukan demikian”. Ungkapnya memberi komentar atas keberhasilan Indonesia melunasi utang.

Sekarang yang menjadi perhatian khusus serta kerja keras pemerintah adalah seiring dengan lajunya tingkat pertumbuhan ekonomi makro Indonesia, semestinya juga dibarengi dengan kondisi ekonomi mikro. Pulihnya ekonomi nasional kita, berdampak membaiknya iklim investasi, dan hal ini memberi peluang bagi berkembangnya sector riil lainnya serta berdampak langsung bagi tumbuhnya lapangan pekerjaan baru, dalam rangka menumbuh kembangkan ekonomi rakyat serta menurunkan tingkat anggka kemiskinan yang saat ini masih tinggi, walaupun telah mengalami penurunan selama 2 tahun ini.