Kamis, 26 November 2009

GONG PERDAMAIAN


Presiden SBY, Rabu (25/11) pagi, meresmikan Monumen Gong Perdamaian Dunia di Taman Pelita Ambon, Maluku. Gong ini pertama kali dipukul oleh Presiden dan Wapres RI di Bali, 31 Desember 2002 silam. Setelah itu, gong diarak keliling dunia untuk menggemakan pesan persaudaraan dan perdamaian. Setelah singgah di 34 negara, akhirnya gong tersebut ditempatkan dalam monumen untuk memperingati puncak Hari Perdamaian Dunia 2009. (foto: anung/presidensby.info)

SELAMATKAN HUTAN KITA


Pa Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup. Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II haruslah dapat menjawab tantangan dari lajunya kerusakan lingkungan dan hutan kita. Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik, rakyat menunggu.

SELAMATKAN HUTAN TUGAS KITA BERSAMA


Jakarta, Indonesia - edisi berikutnya Guinness Book of World Records akan mencantumkan Indonesia sebagai negara dengan laju tercepat kehancuran hutan di planet ini. Indonesia menghancurkan luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepak bola setiap jam. Ia telah kehilangan 72% dari hutan tua utuh besar (1) dan setengah dari yang tersisa terancam (2).
Guinness World Records, dianggap sebagai otoritas global pemecahan rekor prestasi, telah mengkonfirmasi untuk Greenpeace (3) yang malang ini akan menampilkan catatan dalam buku catatan tahun 2008 akan diterbitkan pada bulan September tahun ini. Ini akan membaca: "Dari 44 negara yang secara kolektif rekening untuk 90% dari hutan dunia, negara yang mengejar tertinggi di dunia laju deforestasi tahunan adalah Indonesia dengan 1,8 juta ha (4.447.896 hektar) per tahun antara 2000-2005 - laju dari 2 persen per tahun atau 51 km persegi (20 mil persegi) setiap hari. " (4)

"Ini adalah rasa malu nasional bagi Indonesia untuk memiliki perbedaan ini dalam buku catatan," kata Hapsoro, Greenpeace Asia Tenggara Kampanye Hutan. "Catatan ini tingkat kerusakan membuat Indonesia tidak hanya perusak hutan tercepat, tetapi juga di dunia nomor satu greenhousegas pencemar dari deforestasi." (5)

Para pemegang rekor diumumkan sebagai masyarakat internasional mempertimbangkan untuk mengurangi atau pencegahan deforestasi untuk mengurangi perubahan iklim di pertemuan Kelompok Kerja Ketiga dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang berlangsung di Bangkok. Sampai dengan 25% dari emisi gas rumah kaca berasal dari pembukaan hutan tropis. (6)

Hutan Indonesia mencakup lebih dari 120 juta hektar tetapi sektor kehutanan terkendala dengan kejahatan, korupsi dan penjarahan hutan, yang Pemerintah Indonesia gagal untuk mengontrol. Permintaan internasional kayu dan kertas, serta komoditas seperti kelapa sawit, yang mendorong kehancuran ini.

"Hanya Indonesia yang bisa melindungi hutannya dan orang-orang yang bergantung pada mereka, tetapi negara-negara seperti Uni Eropa, Cina, Jepang dan Amerika Utara harus memastikan bahwa mereka bukan lembaga kliring untuk produk-produk dari kerusakan hutan," kata Hapsoro.

Greenpeace menyerukan pemerintah Indonesia untuk membendung gelombang kerusakan hutan dan untuk mengurangi kontribusinya terhadap perubahan iklim dengan memberlakukan moratorium operasi penebangan kayu komersial di hutan hujan. Greenpeace juga menyerukan negara-negara untuk melarang impor produk-produk hutan yang berasal dari sumber yang ilegal atau merusak.

Kamis, 09 Juli 2009

PRESIDEN TERPILIH

Ucapan Selamat Dari Beberapa Pemimpin Negara

Bogor: Susilo Bambang Yudhoyono selaku Capres Periode 2009 - 2014, telah mendapat ucapan selamat dari beberapa pemimpin negara sahabat, meski hasil perolehan suara terbanyak masih berdasarkan quick count. Kepada wartawan di kediaman Puri Cikeas, Bogor, hari Kamis (9/7) malam, didampingi pasangannya, Boediono, SBY mengatakan, "Satu persatu telah menyampaikan selamat, bukan hanya kepada saya, tetapi kepada demokrasi kita, pemilu kita, yang oleh dunia dilihat sebagai pemilu yang baik, pemilu yang demokratis. Tentu saya senang kalau bangsa kita, negara kita mendapatkan pengakuan dan penghargaan seperti ini," kata SBY.


"Pertama-tama saya menerima telepon dari PM Malaysia Najib Tun Razak, Lalu Presiden Timor Leste Ramos Horta, dilanjutkan dengan PM Singapura Lee Hsieng Loong dan siang harinya telpon dari PM Australia Kevin Ruud, Presiden Korsel dan kemudian Presiden Filipina Arroyo dan baru saja tadi telepon menteri mentor Singapura Lee Kuan Yew, yang juga mendoakan semoga Indonesia terus tumbuh menjadi negara yang demokratis dan capaian ekonomi yang makin baik," kata SBY.


“Meskipun saya sampaikan kepada mereka bahwa ini baru quick count , masih menunggu hasil resmi dari KPU, tapi mereka mengatakan dengan metodologi quick count, polling, bisa dipercaya," ujar SBY. (win,osa)


DZIKIR AKBAR DAN DEKLARASI TIM SUKSES SBY - BOEDIONO





Jumat, 03 April 2009

BARACK OBAMA SERIUS DENGARKAN SBY


BARACK OBAMA PRESIDEN AS SERIUS MENYIMAK USULAN SBY

London-Dubai: “So far, so good,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika memberikan keterangan pers mengenai jalannya Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di London. Presiden menyampaikan ini di pesawat dalam penerbangan London-Jakarta (transit di Dubai), Kamis (2/4) malam waktu setempat atau Jumat (3/4) pagi WIB.Presiden SBY mengatakan gembira karena seluruh pemimpin negara G-20 memiliki semangat serta keinginan yang tinggi untuk mencapai suatu konsensus. “Semua berbicara secara terbuka meskipun sama-sama menyadari bahwa resesi ini memang buruk, tetapi optimisme masih terjaga. Semangat kita semua untuk bersama-sama mengatasi krisis ini juga tinggi," kata Presiden.




Komunike itu sendiri masih dimatangkan. Tapi hampir pasti, karena sudah digarap dan dipersiapkan dengan matang. Kemungkinan ada perubahan kecil. Presiden SBY menjelaskan, sesuai dengan etika, isi komunike akan disampaikan oleh tuan rumah, dalam hal ini PM Inggris Gordon Brown, pada akhir KTT G-20. Presiden mengungkapkan, bahwa ia melakukan 'intervensi' saat sesi Working Breakfast tadi pagi waktu setempat. Kepada seluruh anggota G-20, Presiden SBY mengutarakan dua pertanyaan kritis. Pertama, apakah KTT G-20 kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang konkret untuk memulihkan kepercayaan, pertumbuhan, dan lapangan pekerjaan. Kedua, apakah KTT G-20 ini bisa mewadahi kepetingan negara-negara berkembang.Namun, Presiden SBY tetap optimis kedua tujuan tersebut dapat dicapai. “Dan akan dijalakan pada satu hingga dua tahun mendatang apa yang telah menjadi kesepakatan kita,” ujar SBY kepada wartawan yang menyertai kunjungan kerja selama empat hari di London. (mit)